Kamis, 21 Januari 2010

Teknik Dasar Bermain Sepak Bola



Teknik Dasar Bermain Sepak Bola
Untuk dapat bermain sepak bola dengan baik seorang pemain harus dibekali dengan skill/teknik dasar yang baik, tidak hanya sekedar bisa menendang bola tapi juga diperlukan keahlian dalam menguasai atau mengontrol bola. Pemain harus merasakan bahwa bola adalah bagian dari dirinya. Pemain yang memiliki skill/teknik dasar yang baik cenderung dapat bermain sepak bola dengan baik pula. Ada beberapa macam skill/teknik dasar yang harus dimiliki seorang pemain sepak bola. Tanpa itu, pertandingan menjadi kurang menarik.
1. Menendang (kicking)
Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepak bola yang paling dominan. Pemain yang memiliki teknik menendang dengan baik akan dapat bermain secara efisien. Tujuan menendang bola adalah untuk mengoper (passing), menembak kegawang (shooting), dan menyapu untuk menggagalkan lawan (sweeping).
a. Menendang dengan kaki bagian dalam
pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian dalam digunakan untuk mengoper jarak pendek (short passing). Analisis gerakannya adalah sebagai berikut :
• Badan menghadap sasaran di belakang bola
• Kaki tumpu berada di samping bola, lutut sedikt ditekuk
• Kaki tendang ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan sehingga mengenai bola
• Perkenaan kaki pada bola tepat pada mata kaki dan tepat ditengah-tengah bola
• Setelah menendang kaki tetap mengayun kedepan mengikuti arah bola
b. Menendang dengan punggung bagian dalam
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian menendang dengan punggung kaki bagian dalam digunakan untuk mengoper jarak jauh (long passing).Analisis gerakannya adalah sebagai berikut :
• Posisi badan berada di belakang bola, sedikit serong. Kaki tumpu diletakan disamping bola
• Kaki tendang ditarik ke belakang dan ayunkan ke depan sehingga mengenai bola . Perkenaaan kaki pada bola tepat dipunggung kaki bagian dalam dan tepat pada tengah bawah bola dan pada saat kaki mengenai bola, pergelangan kaki ditegangkan
• Setelah menendang kaki tetap mengayun kedepan mengikuti arah bola
c. Menendang dengan punggung kaki
Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang (shooting at the goal). Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
• Badan dibelakang bola sedikit condong ke depan, kaki tumpu diletakan disamping bola dengan ujung kaki menghadap ke sasaran, dan lutut sedikit ditekuk
• Kaki tendang berada dibelakang bola dengan punggung kaki menghadap ke sasaran
• Kaki tendang tarik kebelakang dan ayunkan kedepan.perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dan tepat pada tengah-tengah bola
• Setelah menendang kaki tetap mengayun kedepan mengikuti arah bola

Rabu, 20 Januari 2010



Bertahan 1 vs 2 artinya bertahan yang dilakukan oleh 1 orang defender menghadapi 2 orang penyerang. Kondisi 1 vs 2 memang tidak pernah diinginkan, karena dalam kondisi tersebut jumlah penyerang lawan lebih banyak daripada jumlah defender kita. Namun pada saat-saat tertentu, misalnya ketika para pemain terlambat turun, kondisi 1 vs 2 bisa terjadi.
Dalam kondisi 1 vs 2, defender jangan langsung mem-pressure pembawa bola. Ini sangat berbahaya, karena dengan sekali gocek saja pembawa bola tersebut bisa mengumpankan bolanya kepada penyerang yang lainnya. Jika itu terjadi, penyerang yang baru saja menerima umpan tersebut sudah pasti hanya tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper kita.
Lalu apa yang harus dilakukan oleh sang defender? Yang harus dilakukan adalah membayangi saja pembawa bola, dengan memposisikan diri diantara penyerang yang membawa bola dan penyerang yang lainnya. Tidak diantara keduanya persis. Defender agak mundur ke belakang. Dengan demikian sang pembawa bola sulit untuk melepas tembakan langsung ke gawang, namun jika dia mengumpan kepada penyerang yang satunya besar kemungkinan umpan tersebut akan bisa dipotong oleh defender.
Dengan cara membayangi seperti diatas, paling tidak sang defender bisa mengulur-ulur waktu sambil menunggu ‘bala bantuan’. Ketika terjadi kondisi 1 vs 2 dan defender yang hanya satu orang tadi telah melakukan tugasnya mengulur-ulur waktu, para pemain lain harus tanggap dengan segera turun membantu, agar jumlah defender tidak lagi kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Jika para pemain lain tidak juga tanggap, sang defender yang hanya tinggal seorang diri tadi hendaknya meneriaki teman-temannya untuk turun.
Kondisi 1 vs 2 adalah salah satu kondisi dimana jumlah defender kalah banyak dari jumlah penyerang lawan. Kondisi lain yang serupa adalah 2 vs 3, 3 vs 4, 4 vs 5, dan seterusnya. Kondisi-kondisi seperti ini adalah kondisi yang merugikan dan berbahaya bagi tim yang bertahan. Selekas mungkin tim yang bertahan harus mengubah kondisinya sehingga jumlah defendernya paling tidak sama dengan jumlah penyerang lawan. Caranya? Ya yang masih di depan tuh turun dong, jangan ‘mbecak’ dan ‘melongo’ saja!
Strategi bertahan sebagus apapun tidak akan banyak berguna jika tidak didukung oleh taktik individual yang bagus dari para pemainnya. Setiap pemain harus mengetahui dan terlatih bagaimana secara individual masing-masing dari mereka bisa bertahan.
Pertama-tama yang harus dilakukan oleh setiap pemain dalam bertahan adalah berusaha untuk memotong umpan (passing) yang dilakukan oleh lawan. Jika ini tidak bisa, hal yang harus dilakukan tergantung pada posisi pemain lawan yang sedang menerima umpan.
Jika pemain lawan tersebut dalam posisi yang dekat, maka pemain kita harus berusaha mengganggu dan merebut bola darinya begitu ia menerima umpan. Tekanlah bola secepat mungkin. Jangan biarkan ia berlama-lama memegang bola. Bergeraklah ke arahnya ketika bola masih dalam perjalanan, sehingga begitu bola sampai ke kakinya, saat itu pula dia sudah akan menerima gangguan kita. Dan sebaik-baik waktu untuk mengganggu lawan adalah ketika pertama kali dia menerima bola (saat mengontrol bola pertama kali).
Lakukan pressing dengan ketat sehingga pemain lawan tersebut kesulitan (baca: tidak bisa) untuk berbalik menghadap ke arah Anda. Jangan biarkan ia berbalik menghadap ke arah Anda. Sebaliknya, press ia dengan agresif dan berusahalah merebut bola dengan agresif, tanpa harus melakukan pelanggaran. Sebisa mungkin pula, giringlah ia menjauhi daerah berbahaya tim Anda.
Adapun jika pemain lawan yang menerima umpan berada dalam posisi yang jauh, maka pemain kita hendaknya bergerak mendekatinya untuk selanjutnya membayanginya (meng-contain). Dalam membayangi, jarak dengan pemain lawan yang membawa bola janganlah terlalu dekat karena ia akan mudah lewat. Namun juga jangan terlalu jauh sehingga ia terlalu leluasa.
Kuda-kuda yang biasa dipakai ketika membayangi adalah kuda-kuda samping. Kuda-kuda ini mirip dengan kuda-kuda kumite dalam pertandingan karate atau taekwondo. Satu kaki agak maju dan yang lainnya agak ke belakang. Tubuh menghadap serong ke depan samping. Pergerakan dilakukan mengikuti pergerakan pemain lawan yang sedang membawa bola. Jangan sampai kalah cepat.
Satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan step-in (Jawa: njangkah) ketika lawan mengontrol bola secara closed (bola dekat dengan kakinya). JIka ini dilakukan, hampir pasti lawan yang skillful akan bisa lewat dan mengecoh. Anda baru boleh step-in untuk merebut bola pada saat bola berada agak jauh dari kakinya. Temukan celah tersebut, dan silakan melakukan step in.
Cara yang cukup praktis untuk merebut bola adalah dengan menempatkan tubuh kita diantara lawan dan bola. Selamat mencoba dan selamat berlatih.

Selasa, 19 Januari 2010


SEKOLAH SEPAK BOLA TAMALANREA JAYA
“Mengembangkan Sekolah Sepak Bola yang Berkualitas untuk Menciptakan Bibit Unggul Persepakbolaan yang Berjiwa Sportif dan Bermental Juara ”
TEMPAT LATIHAN: STADION H.ANDI WANA WATANSOPPENG
PELATIH ( COACH )
1.       NADJIB MOKE                 : Pelatih PSM Usia 15 tahun/penjaga gawang PSM era 80-an
2.       IMRAN KAMARUDDIN   : Pelatih Team Sepak Pascasarjana Unhas tahun 2007

METODE PENGAJARAN DAN LATIHAN
·         memiliki kurikulum Teori dan Praktek serta Pelatih dan Instruktur Standar Nasional.
·         Sistem Penilaian dan Laporan Pengajaran dan Latihan Triwulan

TATA TERTIB SISWA SSB TAMALANREA JAYA
1.       Pemain/siswa diwajibkan memakai kostum seragam SSB TAMALANREA JAYA untuk latihan sepak bola
2.       Pemain/siswa diwajibkan membawa bola latihan
3.       Pemain/siswa diwajibkan memakai SEPATU BOLA, KAOS KAKI BOLA dan SKIN DEKKER
4.        Pemain/siswa diwajibkan taat dan hormat pada instruksi pelatih atau instruktur.
5.       Pemain/Siswa wajib membayar Iuran bulanan Rp 30.000,- setiap tanggal 1 s/d 7 pada awal bulan
6.       Pemain/Siswa wajib membayar “Air Persaudaraan” sebesar Rp 1.000,- setiap latihan.
7.       Pemain/Siswa yang kedapatan Merokok, Minum Minuman Keras, dan Narkoba serta berbuat amoral yang melanggar norma budaya dan agama, akan Langsung Diberhentikan.
8.       Pemain/Siswa memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan sesama siswa yang lain.
9.       Pemain/Siswa harus menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan dan wajib menghormati perbedaan Suku, Agama dan Kebangsaan, baik di lapangan maupun di luar lapangan.
10.    Pemain/siswa diwajibkan menyampaikan pemberitahuan apabila berhalangan hadir pada setiap latihan dan pertandingan, apabila 1 Minggu tidak hadir tanpa pemberitahuan maka pemain/siswa akan ditegur dan kemudian dinyatakan mengundurkan diri dari SSB TAMALANREA JAYA.
11.    Pemain/siswa yang mengundurkan diri/diberhentikan dari SSB TAMALANREA JAYA maka dilarang keras menggunakan fasilitas, atribut dan institusi SSB TAMALANREA JAYA dalam bentuk apa pun dan dapat dituntut secara hukum.
12.    Pemain/siswa yang telah diberhentikan memiliki kesempatan untuk mendaftar kembali dan memenuhi kewajiban administrasi.
Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Tertib ini akan diatur kemudian melalui Musyawarah